tes

loading...

Saturday, 16 January 2016

membeli besi di warung makan

Anda tidak akan bisa membeli besi di warung makan, sebaaliknya anda tidak mungkin membeli makanan di toko besi.


membeli besi di warung makan

Sedehana saja, belajar sesuatu ikutilah track record keilmuan yg dimiliki. Jika belajar agama, carilah orang yg serius dan sungguh sungguh belajar agama. Orang seperti ini bisa anda kenali dari akhlak, pemikiran dan SEJARAH akademik tempat dia belajar. Sangat amat jarang pada masa modern menemukan orang yg mampu menguasai keduanya. Teman FB saya cuman 1, dekan Fakultas Teknologi sebuah institut terkenal. Selain menyandang prof. Dr. beliau juga santri mumpuni dg storage nahwu, sharaf, hikmah dan tasawwuf di kepalanya.

Hari ini kita bersedih kala orang serasional dokter meninggalkan keluarganya dan lari dari suaminya. Saya tidak menemukan doktrin agama yang saya yakini menunjukkan kebolehan lari dari keluarga kecuali alasan yg dibenarkan ajaran agama itu sendiri. Jika anda ingin belajar agama saran saya sederhana.

1. Pengetahuan agama memancar dari perilakunya. Carilah guru guru agama yg meyakini ilmu agamanya dalam perilaku keseharian.

2. Guru agama biasanya memiliki sejarah keilmuan dg guru sebelumnya. Ilmu agama menuntut adanya chain of resitation yg komplek. Rantai pengetahuan yg diwariskan dari generasi ke generasi. Bahkan, mereka tidak akan berani mengajarkan pengetahuannya kecuali diizinkan oleh guru agama sebelumnya.

3. Kasus di Indonesia menunjukkan, para guru agama terafiliasi atau sengaja menggabungkan diri pada organisasi tertentu. Ikutilah NU, Muhammadiyah, Persis, al wasliyah, NW dst. Berhati hatilah pada orang yang tidak terafiliasi, bisa jadi integritas keilmuannya memang TIDAK LAYAK, atau mereka terlalu SOMBONG untuk bekerjasama dg mereka.

4. Ikutilah guru agama yg mendamaikan dan mencerahkan nalarmu. 8 Tahun hidup di dunia pesantren) tidak saya temukan guru, kiai atau ustad yg mengajarkan kemarahan dan kekecewaan. Kesejukan ajaran mereka bersumber dari optimisme dan semangat mendidiik yg tulus.

Sumber : https://www.facebook.com/fajar.prabawa/posts/10207273820478153?pnref=story

No comments:

Post a Comment

Please give comment. Thanks

Followers Makalah Mustaqim